RSS

Perkembangan Islam di Indonesia


Oleh : Muhamad Irfan Prasetyo

A. Masuknya Islam di Indonesia
Masuknya Islam di Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8 M yang bertepatan dengan abad ke 1 atau 2 H. Rute atau jalur yang dilewati adalah jalur utara ayau selatan. Dakwah Islam di Indonesia berjalan secara damai melalui perdagangan dan pernikahan.

1. Perkembangan Islam di Sumatera
A. Kerajaan Samudra Pasai
Samudra Pasai muncul pada pertengahan abad 13, kerajaan pertama di Indonesia. Letaknya di pesisir timur laut Aceh sekarang kabupaten Lhokseumawe.
B. Kerajaan Aceh
Berdiri pada tahun 1514 diujung Pulau Sumatera, pendirinya Sultan Ali Mugayat Syah, mengalami kejayaan pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda menjalin kerjasama dengan kerajaan Turki Usmani (Ottoman). Setelah Sultan Iskandar Muda, pemerintahan kerajaan berturut-turut dipimpin oleh : Sultan Iskandar Sani, Sultan (Ratu) Syafiuddin, Tajul Alam, Sultanah Sri Naqoitudin Nurul Alam, Sultanah Inayah, dan Sultanah Kamalat Syah.

2. Perkembangan Islam di Jawa
Perkembangan Islam di Jawa tidak bisa dilepaskan dari peranan Wali Songo adalah sebagai berikut :
a. Maulana Malik Ibrahim/ Maulana Maghrib/ Syeh Magribi
b. Sunan Ampel
c. Sunan Bonang
d. Sunan Giri
e. Sunan Drajat
f. Sunan Kalijaga
g. Sunan Kudus
h. Sunan Muria
i. Sunan Gunung Jati
Disamping Wali Songo penyebar agam islam di Jawa tidak terlepas dari peranan kerajaan Islam sebagai berikut :
1) Kerajaan Demak
2) Kesultanan Pajang
3) Kerajaaan Mataram
4) Kerajaan Cirebon
5) Kesultanan Banten

3. Perkembangan Islam di Sulawesi
Masuknya Islam di Sulawesi tidak terlepas dari peran Sunan Giri di Gresik, hal ini karena Sunan Giri mendirikan pondok pesantren yang banyak muridnya dari luar jawa termasuk dari Sulawesi.
Adapun masuknya Islam di Sulawesi ada 2 cara :
1.Tidak resmi : Interaksi pedagang setempat dengan pedagang muslim di luar Sulawesi
2.Resmi : Penerimaan Islam dilakukan oleh Raja Gowa dan Tallo, Sultan Alaudin yang telah masuk Islam tahun 1605.

4. Perkembangan Islam di Kalimantan
Pada abad ke-16 Islam mulai memasuki kerajaan Sukadana. Pada tahun 1509 Kerajaan Sukadana resmi menjadi kerajaan Islam. Kerajaan Islam Banjar, di bagian selatan pulau Kalimantan tahun 1926. Tokoh yang berjasa dalam pengembangan Islam di Sulawesi adalah Pangeran Antasari atau Sultan Amirudin Khalifatul Mukminin.

5. Perkembangan Islam di Maluku dan Irian Jaya
Penyebaran agama Islam di Maluku tidak terlepas dari jasa para santri Sunan Drajat yang berasal dari Ternate dan Hitu sejak abad ke-15. Di Maluku ada 4 kerajaan Islam : Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo. Tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam : Sultan Zainal Abidin berhasil mengembangkan agama Islam ke Maluku dan Irian Jaya bahkan sampai Filipina.

6. Perkembangan Islam di Nusa Tenggara dan sekitarnya
Di Nusa Tenggara Islam pertama kali diterima oleh suku Sasak antara tahun 1840-1850 penyiaran Islam di daerah ini dilakukan oleh para mubaligh dari Makasar. Di Pulau Bali muslim terdapat di Singaraja, Buleleng dan Siririt.

B. Peranan Umat Islam di Indonesia
1. Masa Penjajahan
Perlawanan terhadap penjajah terjadi dalam 4 fase :
1.Fase persaingan dagang
2.Fase penetrasi dan agresi
3.Fase perluasan jajahan
4.Fase penindasan

2. Masa Perang Kemerdekaan
a. Peran Umat Islam
1.KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, HOS. Cokroaminoto di Jawa
2.Imam Bonjol di Sumatera Barat
3.Raden Intan di Palembang
4.Pangeran Antasari di Klaimantan
5.Sultan Hasanudin di Sulawesi
b. Peran Pondok Pesantren
Sebagai benteng pertahanan kaum Muslim selain sebagai sarana pendidikan Islam.

c. Peran Organisasi Islam
1)Sarikat Dagang – Syarikat Islam – Partai Syarikat Islam – Partai Syarikat Islam Indonesia
2)Muhammadiyah, bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
3)Sumatra Thawalib , Perhimpunan Ulama dan Pelajar di Sumatera Barat. Tahun 1928 menjadi Partai Parmusi
4)Nahdatul Ulama, bergerak di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya.

3. Masa Pembangunan
Perana umat Islam dilaksanakan oleh pemerintah, oraganisasi Islam, lembaga pendidikan Islam, dan umat Islam pada umumnya.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Desember 22, 2013 in Islam, Pembelajaran

 

TERATAI


Kepada Ki Hajar Dewantoro

 

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun berseri Laksmi mengarang

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah O Teratai Bahagia

Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman

Biarpun engkau tidak dilihat

Biarpun engkau tidak diminat

Engkau pun turut menjaga zaman

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Desember 22, 2013 in Sastra

 

Renungan Sang Pemimpi


#by : Muhamad Irfan Prasetyo#

Orang yang ingin terus berjalan maka ia pasti akan menggerakkan kakinya. Orang yang ingin melihat pasti akan berusaha terus melihat dari berbagai sudut pandang. Begitupun suatu tindakan yang akan kita lakukan. Ia akan berhenti di tengah jalan tanpa harapan dan tujuan serta tidak akan berpengaruh bagi pelakunya. Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas dari kodratnya yang telah ditentukan oleh TuhanNya. Sekuat-kuatnya manusia dan sehebat-hebatnya manusia, jika ia ditakdirkan bernasib buruk, maka keburukan akan menimpanya. Tidak ada yang tahu pasti mengenai kenyataan ini. Jika ia bertanya kepada orang lain, maka jawabannya pasti berupa nasihat yang membangun atau bahkan mungkin bisa saja berupa ejekan atau sindiran. Manusia diciptakan dalam bentuk, sifat, dan kodrat yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Masing-masing memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Begitu pula tindakan yang manusia lakukan. Mereka memiliki kelemahan dan keuntungannya sendiri-sendiri. Akan tetapi, apakah jalan yang ditempuh sudah benar? Hanya segelintir manusia yang mampu mengetahuinya. Tapi sesunggguhnya mereka semua salah, karena mereka hanyalah mahluk ciptaan Sang Maha Pencipta. Manusia tidak dapat bergerak dan melihat tanpa ada yang menciptakan. Manusia tidak memiliki kemampuan tanpa ada yang menciptakan. Tapi, tujuan manusia yang hanya bisa menciptakan dan mecapainya hanyalah manusia itu sendiri. Karena Tuhan telah memberikan manusia indra dan otak untuk mengolah data. Suatu benda tidak memiliki guna jika tidak digunakan dengan sebaik mungkin. Sebuah roda tidak akan berputar jika tidak ada yang menggerakkan. Begitulah perumpaan tindakan dan tujuan manusia. Jika tidak ada yang menciptakan dan menggerakkan, maka tindakan dan tujuan itu hanyalah omong kosong. Tanpa harapan. Suram. Maka manusia memang sejatinya diciptakan untuk berusaha dan merubah nasibnya dengan kemampuan yang telah Sang Maha Esa ciptakan. Apakah nasib bisa dirubah? Tidak! Tapi mungkin! Percayalah bahwa ilmu bisa mengubah kodrat itu.

Semoga barokah. Amin.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 14, 2013 in kehidupan

 

RAGAM WACANA#4


D. Argumentasi

Argumentasi berasal dari kata argumentation (inggris) yang artinya uraian, pembuktian dan opinion (inggris) yang artinya opini atau pendapat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, argumentasi adalah pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.

Jadi, argumentasi adalah suatu bentuk wacana berupa uraian yang berusaha memberikan penjelasan atau pembuktian alasan untuk memperkuat suatu pendapat atau menolah suatu pendapat.

Objek kajian karangan ini adalah suatu masalah. Yang termasuk dalam karangan jenis ini adalah artikel argumentatif. Bahasa yang digunakan dalam karangan argumentasi adalah bahasa denotatif/denotasi.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 3, 2013 in Pembelajaran

 

RAGAM WACANA#3


C. Eksposisi

Eksposisi berasal dari kata exposition (inggris) yang artinya penjelasan yang terperinci. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksposisi adalah uraian (paparan) tentang maksud dan tujuan (missal suatu karangan).

Jadi, Eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menjelaskan, memaparkan atau membeberkan suatu kejadian/peristiwa/suatu proyek tertentu secara ilmiah sehingga memperluas wawasan atau pengetahuan pembaca.

Ciri-ciri karangan eksposisi :

ü  Dari awal sampai akhir berupa pemaparan

ü  Bersifat tidak mempengaruhi

ü  Disertai bukti (data)

ü  Bahasa denotative

Karangan yang termasuk eksposisi antara lain :

  1. Laporan
  2. Notula rapat
  3. Paper skripsi
  4. Karya ilmiah
  5. Artikel ilmiah, dsb.
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 3, 2013 in Pembelajaran

 

RAGAM WACANA#2


B. Narasi

Narasi berasal dari kata narration (inggris) yang artinya cerita. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, narasi adalah penceritaan suatu cerita atau kejadian.

Jadi, narasi adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan dan merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis/berlangsung dalam suatu kesatuan waktu. Narasi dapat dirumuskan sebagai suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi.

Ciri-ciri Narasi :

ü  Berupa cerita, dapat berupa kenyataan dan dapat berupa khayalan

ü  Peristiwa/kejadiannya benar-benar terjadi atau dapat pula semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya

ü  Urutan peristiwa disusun secara kronologis atau urut waktu dan lokasi

ü  Cara bercerita dapat dari yang tidak penting ke yang penting atau sebaliknya. Dan topik cerita diambil dari pengalaman.

ü  Memiliki nilai estetika karena isi dan cara penyampaiannya bersifat sastra khususnya fiksi

ü  Biasanya ada dialog

Narasi dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Narasi ekspositoris/nonfiktif, yaitu narasi yang berisikan rangkaian peristiwa atau perbuatan yang disampaikan secara informatif dan disajikan apa adanya kepada pembaca.
  2. Narasi sugestif/fiktif, yaitu narasi yang berisikan rangkaian peristiwa yang menimbulkan daya imajinasi/khayal pembaca tentang peristiwa yang disusun sedemikian rupa tersebut.
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Oktober 29, 2013 in Pembelajaran

 

RAGAM WACANA#1


A. Deskripsi

Deskripsi berasal dari kata describere(latin) atau description(inggris) yang artinya penggambaran. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terinci.

Jadi, Deskripsi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan  suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca, seakan-akan para pembaca melihat objek itu.

Tujuan dari deskripsi adalah menggambarkan suatu objek atau hal tertentu. Objeknya bisa berupa benda, pemandangan suasana, bahkan orang atau makhluk hidup lain.

Ciri-ciri deskripsi :

ü  Menerangkan tentang suatu objek

ü  Memiliki dasar penelitian

ü  Memiliki tujuan agar pembaca seperti melihat objek yang sedang dibaca

Ciri khas dari deskripsi adalah pemanfaatan seluruh panca indera baik dalam mendeskripsikan maupun membaca paragraf deskripsi.

Jenis-jenis paragraf dibedakan menjadi 2 :

  1. Deskripsi subjektif/spasial : yaitu deskripsi yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruangan tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
  2. Deskripsi objektif/teknis : yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek, sehingga pembaca dapat mengenalinya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu. Deskripsi ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang dideskripsikan. Deskripsi ini tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca. Deskripsi teknis sekedar berusah menanamkan pengertian seseorang tentang suatu objek.
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Oktober 29, 2013 in Pembelajaran

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 148 pengikut lainnya.