RSS

Contoh Dakwah Islam


   Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Alhamdulilah hirabil alamin wasalatu wasalamu alla asrafil anbiya iwal mursalin waala alii wasahbihi azmain ama badu

Ashadualla ilahaillalah wahdahulasyarikalah waashaduannamuhammdan abduhu warasuluh

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang baik ini. Kemudian salawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang saya hormati, pada kesempatan yang baik ini, perkenankanlah saya menyampaikan dakwah yang berjudul : Mensyukuri Nikmat Allah

Sesungguhnya Allah telah memberikan dan menganugerahkan kepada kita nikmat yang sangat banyak. Bahkan kita tidak dapat menghitung berapa jumlah nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Jika kita menggunakan jari tangan kita untuk menghitung, pasti sangatlah kurang. Andai kita mencoba menuliskan nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita, pasti kita tidak akan mampu menuliskan kembali nikmat tersebut.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 sebagai berikut :

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[1605].

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus[1606].

[1605] Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan mensyukuri nikmat Allah.

[1606] Maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat Allah.

Apa bukti bahwa nikmat Allah sangat banyak ?

Pertama : Bumi tempat tinggal

Allah telah memberikan makhluk-Nya termasuk manusia temapt tinggal yang luas dan dengan sumber alam yang sangat melimpah. Di bumi ini kita dapat menghirup oksigen dan mendapat air. Bayangkan saja jika tidak dapat mendapat keduanya, kita tidak akan bisa nyaman dalam beraktivitas. Dan di bumi inilah kita diberikan rizki yang cukup.

Kedua : Manusia diberikan akal untuk berfikir

Dengan akal yang diberikan Allah inilah, kita dapat beribadah dan melakukan amal sholeh yang baik dengan nyaman. Dengan akal kita berfikir dan bercita-cita serta belajar untuk masa depan dan menjadi insan yang baik.

Ketiga : Dianugerahi wujud yang indah

Di dalam surat At-Tin dijelaskan bahwa manusia dicipatakan dengan seindah-indahnya. dan diberikan indera yang baik. Sebagaiman Allah SWT berfirman :

4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang seindah-indahnya .

Itulah beberapa nikmat Allah yang telah diberikannya kepada kita. Dari banyaknya nikmat yang telah diberikan oleh Allah itu, haruslah kita bersyukur dan bertaqwa kepada Allah SWT. Lalu bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat Allah ?

1. sebagaimana ciptaan Allah yang wajib beribadah, kita wajib mendirikan shalat, ikhlas karena Allah. Melalui shalat inilah kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan dapat pula menjadikn kita makhluk yang baik ahlaqnya.

2. Mengorbankan sebagian harta rezeki kita untuk kepentingan agama Islam seperti berzakat, berinfak, membantu saudara kita yang kekurangan serta berkorban.

 

Seperti yang sudah dijelaskan Allah dalam firman-Nya di Surat Al-Kautsar ayat 2 :

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa manusia hukumnya wajib mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita dengan mendirikan sholat dan berkorban untuk kepentingan agama Islam.

Marilah kita berusaha mensyukuri nikmat Allah SWT dengan sebaik-baiknya, mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.

Demikian dakwah yang dapat saya sampaikan. Segala tutur kata dan kesalahan yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Semoga kita dapat menjadi insane yang mensyukuri nikmat Allah dan tidak tergolongan orang yang merugi. Amin.

Wassalamualaikum WR.wb.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 22, 2014 in kehidupan

 

Renungan


Umar Ibnul Khath-thab radliallahu ‘anhu berkata: “Perhitungkanlah dirimu sebelum kamu diperhitungkan oleh Allah dan timbanglah dulu amalnya sebelum ditimbang di hari kiamat.”

  1. Sudahkah Anda mengingat Allah disetiap keadaan ?
  2. Sudahkah Anda laksanakan shalat dengan baik (awal waktu, berjama’ah, shalat rawatib, shalat duha, dan shalat lail?)
  3. Sudahkah Anda memulai harimu dengan do’a?
  4. Sudahkah Anda berdo’a agar masuk surga dan dijauhkan dari siksa neraka? (minimal 3 kali)
  5. Sudahkah Anda berdo’a agar diberi kesehatan, rizqi yang halal, ilmu yang manfaat, dan amal yang baik ?
  6. Sudahkah Anda baca Al-Qur’an hari ini ?
  7. Sudahkah Anda baca Al-Qur’an dengan tartil ?
  8. Sudahkah Anda memperhatikan isi Al-Qur’an yang Anda baca ?
  9. Sudahkah Anda berpuasa dengan baik ?
  10. Sudahkah Anda membiasakan puasa Sunah ? (Dawud, Ayyamul Bidl, Senin Kamis, dll. )
  11. Sudahkah Anda bayar zakat ?
  12. Sudahkah Anda berinfaq ? (minimal 2,5% dari total penghasilan)
  13. Sudahkah Anda berpakaian yang sopan (Islami) dalam setiap kegiatan ?
  14. Sudahkah Anda menjaga lisan agar tidak ghibah, marah, dan perbuatan maksiyat lain ?
  15. Sudahkah Anda membiasakan agar lisan Anda berdzikir dan terbiasa dengan kalimat thoyibah ?
  16. Sudahkah Anda membiasakan mengaji dan berada dalam komunitas orang sholeh ?
  17. Sudahkah Anda berbakti kepada Bapak, Ibu ?
  18. Sudahkah Anda berbuat baik kepada suami, istri, anak, tetangga, dll. ?
  19. Sudahkah Anda melakukan amar ma’ruf nahi munkar ?
  20. Sudahkah Anda membiasakan berpikir positif dalam setiap keadaan ?
  21. Sudahkah Anda berusaha agar bisa berhaji dan Umrah ?
  22. Sudahkah Anda berusaha berqurban dalam setiap tahun ?
  23. Sudahkah Anda lakukan shalat janazah jika berfa’ziyah ?
  24. Sudahkah Anda mendo’akan orang lain ?
  25. Sudahkah Anda memaafkan kesalahan orang lain ?

SEMOGA BAROKAH :)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 5, 2014 in Agama, Islam

 

Macam-macam Penyakit Hati


1. Syirik

Syirik artinya menyekutukan Allah dengan yang lain. Orang yang menyekutukan Allah disebut orang Musyrik. Hati orang Musyrik kacau, tidak tenang , dan tidak tentram. Syirik adalah penyakit hati yang harus segera diobati dengan tauhid. Orang yang bertauhid murni tanpa syirik sekecil apapun, hatinya tenang dan tentram.

2. Riya’

Riya’ atau pamer adalah syirik yang tersembunyi. Maksudnya, bahwa riya’ atau pamer itu termasuk syirik yang tersembunyi keberadaannya, sehingga orang yang bersangkutan tidak merasa bahwa di hatinya ada penyakit syirik itu.

3. Ujub

Ujub ialah kagumnya orang akan kehebatan dirinya sendiri, seolah-olah tidak ada orang lain yang sehebat dirinya.

4. Kibir/ Takabur/ Sombong

“Kibir/ sombong itu, ialah menolak kebenaran dan memandang rendah kepada orang lain. (HR. Muslim)

5. Iri

Iri ialah keinginan hati untuk memiliki sesuatu yang sama atau lebih baik dan lebih banyak dari pada sesuatu yang dimiliki oleh orang lain.

6. Dengki

“Jauhilah oleh musifat dengki! Karena sesungguhnya dengki itu makan semua amal kebaikan seperti api melalap kayu bakar. (HR. Abu Dawud)

7. Fitnah

Fitnah ialah usaha untuk menjatuhkan nama baik/ pengaruh baik orang lain dengan membakar semangat benci orang kepada orang lain yang difitnah.

8. Ghibah

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantarakamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasaj ijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat : 12)

9. Namimah

Yitu mengadu domba orang atau golongan dengan orang atau golongan yang lain supaya keadaan menjadi kacau dan tidak aman. “Tidak akan masuk surga pengadu domba itu.” (HR. Ahmad : 5/391)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 25, 2014 in Agama, Islam, kehidupan

 

10 Perintah Allah


  1. Jangan menyekutukan Allah,
  2. Berbuat baik kepada orang tua,
  3. Jangan membunuh anak,
  4. Jangan berdekat-dekat dengan hal-hal yang keji,
  5. Jangan membunuh jiwa, kecuali dengan yang haq,
  6. Jangan mendekati harta anak yatim,
  7. Penuhi takaran dan timbangan,
  8. Berkatalah yang jujur,
  9. Penuhilah janjimu dengan Allah,
  10. Ikutilah jalan yang lurus.

Itulah kesepuluh perintah Allah kepada umat manusia. Semoga kita bisa menjalaninya. Amin.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 25, 2014 in Agama, Islam

 

Perkembangan Islam di Indonesia


Oleh : Muhamad Irfan Prasetyo

A. Masuknya Islam di Indonesia
Masuknya Islam di Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8 M yang bertepatan dengan abad ke 1 atau 2 H. Rute atau jalur yang dilewati adalah jalur utara ayau selatan. Dakwah Islam di Indonesia berjalan secara damai melalui perdagangan dan pernikahan.

1. Perkembangan Islam di Sumatera
A. Kerajaan Samudra Pasai
Samudra Pasai muncul pada pertengahan abad 13, kerajaan pertama di Indonesia. Letaknya di pesisir timur laut Aceh sekarang kabupaten Lhokseumawe.
B. Kerajaan Aceh
Berdiri pada tahun 1514 diujung Pulau Sumatera, pendirinya Sultan Ali Mugayat Syah, mengalami kejayaan pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda menjalin kerjasama dengan kerajaan Turki Usmani (Ottoman). Setelah Sultan Iskandar Muda, pemerintahan kerajaan berturut-turut dipimpin oleh : Sultan Iskandar Sani, Sultan (Ratu) Syafiuddin, Tajul Alam, Sultanah Sri Naqoitudin Nurul Alam, Sultanah Inayah, dan Sultanah Kamalat Syah.

2. Perkembangan Islam di Jawa
Perkembangan Islam di Jawa tidak bisa dilepaskan dari peranan Wali Songo adalah sebagai berikut :
a. Maulana Malik Ibrahim/ Maulana Maghrib/ Syeh Magribi
b. Sunan Ampel
c. Sunan Bonang
d. Sunan Giri
e. Sunan Drajat
f. Sunan Kalijaga
g. Sunan Kudus
h. Sunan Muria
i. Sunan Gunung Jati
Disamping Wali Songo penyebar agam islam di Jawa tidak terlepas dari peranan kerajaan Islam sebagai berikut :
1) Kerajaan Demak
2) Kesultanan Pajang
3) Kerajaaan Mataram
4) Kerajaan Cirebon
5) Kesultanan Banten

3. Perkembangan Islam di Sulawesi
Masuknya Islam di Sulawesi tidak terlepas dari peran Sunan Giri di Gresik, hal ini karena Sunan Giri mendirikan pondok pesantren yang banyak muridnya dari luar jawa termasuk dari Sulawesi.
Adapun masuknya Islam di Sulawesi ada 2 cara :
1.Tidak resmi : Interaksi pedagang setempat dengan pedagang muslim di luar Sulawesi
2.Resmi : Penerimaan Islam dilakukan oleh Raja Gowa dan Tallo, Sultan Alaudin yang telah masuk Islam tahun 1605.

4. Perkembangan Islam di Kalimantan
Pada abad ke-16 Islam mulai memasuki kerajaan Sukadana. Pada tahun 1509 Kerajaan Sukadana resmi menjadi kerajaan Islam. Kerajaan Islam Banjar, di bagian selatan pulau Kalimantan tahun 1926. Tokoh yang berjasa dalam pengembangan Islam di Sulawesi adalah Pangeran Antasari atau Sultan Amirudin Khalifatul Mukminin.

5. Perkembangan Islam di Maluku dan Irian Jaya
Penyebaran agama Islam di Maluku tidak terlepas dari jasa para santri Sunan Drajat yang berasal dari Ternate dan Hitu sejak abad ke-15. Di Maluku ada 4 kerajaan Islam : Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo. Tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam : Sultan Zainal Abidin berhasil mengembangkan agama Islam ke Maluku dan Irian Jaya bahkan sampai Filipina.

6. Perkembangan Islam di Nusa Tenggara dan sekitarnya
Di Nusa Tenggara Islam pertama kali diterima oleh suku Sasak antara tahun 1840-1850 penyiaran Islam di daerah ini dilakukan oleh para mubaligh dari Makasar. Di Pulau Bali muslim terdapat di Singaraja, Buleleng dan Siririt.

B. Peranan Umat Islam di Indonesia
1. Masa Penjajahan
Perlawanan terhadap penjajah terjadi dalam 4 fase :
1.Fase persaingan dagang
2.Fase penetrasi dan agresi
3.Fase perluasan jajahan
4.Fase penindasan

2. Masa Perang Kemerdekaan
a. Peran Umat Islam
1.KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, HOS. Cokroaminoto di Jawa
2.Imam Bonjol di Sumatera Barat
3.Raden Intan di Palembang
4.Pangeran Antasari di Klaimantan
5.Sultan Hasanudin di Sulawesi
b. Peran Pondok Pesantren
Sebagai benteng pertahanan kaum Muslim selain sebagai sarana pendidikan Islam.

c. Peran Organisasi Islam
1)Sarikat Dagang – Syarikat Islam – Partai Syarikat Islam – Partai Syarikat Islam Indonesia
2)Muhammadiyah, bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
3)Sumatra Thawalib , Perhimpunan Ulama dan Pelajar di Sumatera Barat. Tahun 1928 menjadi Partai Parmusi
4)Nahdatul Ulama, bergerak di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya.

3. Masa Pembangunan
Perana umat Islam dilaksanakan oleh pemerintah, oraganisasi Islam, lembaga pendidikan Islam, dan umat Islam pada umumnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2013 in Islam, Pembelajaran

 

TERATAI


Kepada Ki Hajar Dewantoro

 

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun berseri Laksmi mengarang

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah O Teratai Bahagia

Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman

Biarpun engkau tidak dilihat

Biarpun engkau tidak diminat

Engkau pun turut menjaga zaman

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2013 in Sastra

 

Renungan Sang Pemimpi


#by : Muhamad Irfan Prasetyo#

Orang yang ingin terus berjalan maka ia pasti akan menggerakkan kakinya. Orang yang ingin melihat pasti akan berusaha terus melihat dari berbagai sudut pandang. Begitupun suatu tindakan yang akan kita lakukan. Ia akan berhenti di tengah jalan tanpa harapan dan tujuan serta tidak akan berpengaruh bagi pelakunya. Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas dari kodratnya yang telah ditentukan oleh TuhanNya. Sekuat-kuatnya manusia dan sehebat-hebatnya manusia, jika ia ditakdirkan bernasib buruk, maka keburukan akan menimpanya. Tidak ada yang tahu pasti mengenai kenyataan ini. Jika ia bertanya kepada orang lain, maka jawabannya pasti berupa nasihat yang membangun atau bahkan mungkin bisa saja berupa ejekan atau sindiran. Manusia diciptakan dalam bentuk, sifat, dan kodrat yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Masing-masing memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Begitu pula tindakan yang manusia lakukan. Mereka memiliki kelemahan dan keuntungannya sendiri-sendiri. Akan tetapi, apakah jalan yang ditempuh sudah benar? Hanya segelintir manusia yang mampu mengetahuinya. Tapi sesunggguhnya mereka semua salah, karena mereka hanyalah mahluk ciptaan Sang Maha Pencipta. Manusia tidak dapat bergerak dan melihat tanpa ada yang menciptakan. Manusia tidak memiliki kemampuan tanpa ada yang menciptakan. Tapi, tujuan manusia yang hanya bisa menciptakan dan mecapainya hanyalah manusia itu sendiri. Karena Tuhan telah memberikan manusia indra dan otak untuk mengolah data. Suatu benda tidak memiliki guna jika tidak digunakan dengan sebaik mungkin. Sebuah roda tidak akan berputar jika tidak ada yang menggerakkan. Begitulah perumpaan tindakan dan tujuan manusia. Jika tidak ada yang menciptakan dan menggerakkan, maka tindakan dan tujuan itu hanyalah omong kosong. Tanpa harapan. Suram. Maka manusia memang sejatinya diciptakan untuk berusaha dan merubah nasibnya dengan kemampuan yang telah Sang Maha Esa ciptakan. Apakah nasib bisa dirubah? Tidak! Tapi mungkin! Percayalah bahwa ilmu bisa mengubah kodrat itu.

Semoga barokah. Amin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2013 in kehidupan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 160 pengikut lainnya.